Teknologi

Andalkan Dua Fitur, Autopospay Bantu Wirausaha Bermigrasi Dari Offline Menjadi Online


Jakarta, Alkindyweb.com – Diketahui, saat ini masyarakat membutuhkan pelayanan yang berhubungan dengan TI, artinya saat ini sistem daring atau terhubung secara online sangat dibutuhkan, khususnya di masa pandemi Corona.

Dan Autopospay, yang dikembangkan, Indigo pengembang Software dan aplikasi asal Bandung, yang diluncurkan pada pertengahan 2020, disebut-sebut mampu memenuhi kebutuhan tersebut.

Software yang dikembangkan oleh LenMarc serta dipasarkan melalui platform jualan dan konsultasi daring Indogo.id milik mereka itu memungkinkan pelaku wirausaha bermigrasi dari bisnis offline menjadi online hanya dengan satu klik.

“Software ini menawarkan kemudahan bagi konsumen dan penjual secara bersamaan,”ujar Evlin Marcelline Fendrianto, CEO Indogo.id.

Dijelaskan dia, Autopospay adalah toko daring yang dapat dikunjungi kapan saja tanpa batas waktu. Dua keunggulan solusi ini terletak pada kehadiran dua fiturnya.

Diantaranya fitur Antrean Daring yang berguna bagi konsumen untuk mengetahui status kesiapan serta melacak posisi barang yang dipesan serta fitur Pick N Go. Fitur Antrean Daring berguna bagi konsumen untuk mengetahui status kesiapan serta melacak posisi barang yang dipesan. Setelah barang berhasil dikirim, konsumen dapat melacak posisi barang.

Sementara fitur Pick N Go ditujukan bagi pengguna yang menyediakan layanan Drive Thru agar konsumen dapat mengambil sendiri pesanannya saat barang sudah siap cukup. Mekanismenya adalah konsumen yang sudah melakukan transaksi di toko daring akan mendapat nomor anteran daring setelah barang siap. Kemudian konsumen cukup menunjukkan QR Code sebagai verifikasi saat mengambil barang.

Sebagai software, kehandalan Autopospay, cukup teruji dengan keberhasilanya masuk Top 20 Kompetisi Startup4industry lewat solusi Autopospay. Kompetisi yang digagas Kementerian Perindustrian (Kemenperin) ini adalah perlombaan berbasis pemecahan masalah di industri dan masyarakat dengan menggunakan teknologi 4.0.

Dan program Startup4industri merupakan upaya Kementerian Perindustrian mengakselerasi penerapan Industri 4.0 di sektor manufaktur. Melalui program ini pemerintah menjembatani kebutuhan inovasi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) dan masyarakat dengan startup sebagai penyedia teknologi.

Lomba tahun ini mengusung tema “Indonesia Percaya Diri dengan Teknologi Dalam Negeri” dan menyasar 3 topik permasalahan yang memerlukan inovasi sebagai solusi, yaitu adaptasi kebiasaan baru, efisiensi manufaktur serta layanan pendukung e-commerce (e-commerce enabler). Ketiga topik ini berkaitan dengan pemulihan ekonomi akibat dampak COVID-19 melalui transformasi digital.

“Kita sadari bersama-sama, pandemi ini juga telah mendorong kita semua untuk bisa menemukan solusi-solusi, mencari terobosan-terbosan, berpikir out of the box agar bisa bersama-sama survive dari pandemi yang kita hadapi. Bukan hanya Indonesia, tetapi juga seluruh bangsa di dunia,” Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita.

Menurut Agus, pemanfaatan teknologi oleh masyarakat Indonesia dan khususnya di dunia industri, kini sudah menjadi begitu dekat, tidak bisa lagi dipisahkan. Laporan e-Conomy SEA 2020 menyebutkan, dibandingkan tahun 2019, ekonomi digital Indonesia mampu tumbuh 11% di tengah-tengah pandemi.

Baca Juga:Dukung Perkembangan Startup, MDI Ventures dan Finch Capital Luncurkan Arise Fund

Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan penggunaan teknologi digital sebesar 37%. 93% dari konsumen yang telah melakukan perubahan perilaku digitalisasi diprediksi akan tetap menggunakan layanan digital.

Kompetisi Startup4industry yang dibuka pada 14 Oktober 2020 ini memberi pengalaman baru sekaligus menambah wawasan LenMarc.



Sumber artikel

Author

admin

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: