Teknologi

Iklim Investasi ke Startup Masih Menggeliat di Tengah Pandemi


Jakarta, Alkindyweb.com – Efek pandemi Covid-19 masih membayangi industri lintas sektor. Meski begitu, wabah tersebut nampaknya tidak menyurutkan minat investor untuk menanamkan modalnya di perusahaan-perusahaan startup di Indonesia.

Buktinya, tren suntikan modal masih kerap dijumpai pada sejumlah perusahaan startup di sejumlah bidang. Pada bidang ride hailing misalnya, salah satu startup unicorn di Indonesia, Gojek telah mendapat suntikan dana dari perusahaan operator telekomunikasi terbesar Telkomsel.

Nazier Muhammad, Head of Investment Telkomsel Mitra Inovasi (TMI) menuturkan bahwa pandemi bukan faktor signifikan penentu investor untuk menggelontorkan dana.

“Dunia investasi, terutama untuk melakukan kolaborasi dan investment, tidak serta merta terdampak pandemi. TMI yang baru diluncurkan tahun lalu telah melakukan investasi hampir di 8 perusahaan yang memang kebanyakan juga terjadi di era pandemi seperti ini,” kata Nazier.

Nazier memperkirakan tren pemberian suntikan dana kepada perusahaan startup masih akan terus terjadi. Hal ini juga sejalan dengan kebutuhan pendanaan di kalangan startup yang akan selalu ada. Apalagi, situasi pandemi juga membuat desakan atas pendanaan eksternal menjadi semakin besar.

Dirinya menilai, perkembangan startup di Indonesia masih cukup menarik bagi investor, sebab didorong dari potensi pasar digital di Indonesia masih sangat besar. Hal ini tidak terlepas dari potensi bonus demografi Indonesia. Maklumlah, kelompok usia milenial memang dikenal akrab dengan dunia digital, sehingga investasi di dunia digital menjadi menarik.

“Indonesia sebagai salah satu destinasi investasi di Asia Tenggara luar biasa sekali kita tembus di angka 3 million dollar sampai akhir kuartal tiga kemarin. Banyak juga hal-hal baru yang dilihat setelah pandemi,” tandasnya.

Unit ventura besutan Telkomsel ini melihat new insight bagi seluruh pemain digital. Ada pertumbuhan signifikan di beberapa bidang seperti e-commerce, marketplace, asuransi, dan financial technology yang mencapai 3-4 kali lipat. Begitu pula di ranah pendidikan digital.

TMI selama pandemi ini meluncurkan berbagai inisiatif digital bukan hanya retail yang menjangkau consumer tapi juga dalam pilar-pilar yang berhubungan dengan mobile wireless technology.

“Dari mulai infrastructure, hardware activities, end-to-end & connected devices, Data analytics, dan Enterprise Products. Yang memang kita lihat banyak sekali kolaborasi-kolaborasi yang dibutuhkan,” lanjut Nazier.

Namun Ia tak menampik bahwa pandemi yang terjadi sepanjang 2020 ini membawa dampak negatif bagi perjalanan industri telekomunikasi global. Performa pemain utama bisnis operator seluler dilaporkan minus 30-20 persen. Kendati banyak lower income group yang menghentikan berbagai aktivitas, di lain sisi mereka mampu meningkatkan segmen angka pendapatan rata-rata per pelanggan (ARPU) sangat signifikan.

TMI hadir untuk menjembatani Telkomsel dan berbagai macam unit dalam perusahaan agar selalu update dengan berbagai teknologi dari berbagai belahan dunia. Pasalnya mereka menggelontorkan investasi tidak hanya di dalam negeri namun juga di beberapa negara yang menjadi hub inovasi seperti China dan Amerika Serikat.

Ke depannya, TMI akan terus menambah target investasi dan juga melebarkan sayap bisnis ke negara lainnya.



Sumber artikel

Author

admin

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WeCreativez WhatsApp Support
Tim support kami di sini untuk menjawab pertanyaanmu. Tanyakan apa saja pada kami!
👋 Halo... ada yg bisa kami bantu?
%d bloggers like this: